10 Hari 'Liburan' Bersama Kopassus [Part 1]

Oktober 11, 2015

Alhamdulillah. Satu lagi fase menuju PNS DJP ‘yang "seutuhnya" telah saya lewati. Dan fase ini merupakan fase yang paling berat, secara fisik! Ya, karena memang semua kegiatannya adalah pembinaan fisik, plus mental. Namanya DTU (Diklat Teknis Umum) Orientasi. Acara ini diselenggarakan selama 10 hari bekerja sama dengan para pelatih dari Kopassus (Komando Pasukan Khusus).

And here where the story begins




Pas dapet sms panggilan DTU, saya bener-bener excited! Serius. Meski banyak temen-temen yang bilang males mau DTU, tapi saya anggap DTU ini sebagai momen "liburan". Momen untuk sejenak menjauhkan diri dari aktivitas membosankan di kantor. Meskipun liburannya ini agak ekstrim ya. Dan setelah nunggu pengumuman resminyayang baru keluar di hari terakhir kerja, Jumat 18 September soresaya akhirnya berangkat ke Jakarta hari Minggu 20 September naik Sriwijaya. Tiketnya mayan mahal (700 ribuan) soalnya mesennya mepet-mepet banget. Tapi ya sudahlah, bakal diganti ini :D

Sekitar habis Isya, saya mendarat di Soekarno-Hatta, Cengkareng, dan bergegas naik taksi menuju kosan temen se-Organda saya @ahmadhussein28 di daerah Priok, Jakarta Utara. Kebetulan kami sama-sama dipanggil buat DTU Angkatan kemarin (Angkatan VI). Dan kami bakal berangkat bareng besok paginya.

Senin 21 September 2015~

Sekitar pukul 06.00, kami tiba di lokasi DTU, di Bumi Perkemahan dan Wisata Pramuka (Buperta). Cibubur. Tempatnya gede banget, dan butuh beberapa menit buat taksi kami nyampe ke area DTU-nya. Begitu sampai sana, kami disambut dengan spanduk “Selamat Datang Peserta DTU Orientasi Pajak Angkatan VI. Ya ampun. Begitu ngeliat tulisan itu, entah kenapa perut jadi mules duluan. Ngebayangin apa yang bakal terjadi 10 hari ke depan.

Hari pertama DTU belum banyak kegiatan. Cuman ada pengarahan dari panitia, sama cek kesehatan sampai sore. Dan di sela-sela menunggu giliran cek kesehatan, saya sempatkan untuk take a moment of silence. Menatap lapangan luas di depan saya. Tanah kering, panas, dan berdebu. Tempat para pendahulu-pendahulu DTU menumpahkan keringat, darah, dan air mata (cieh). Sungguh menggetarkan jiwa. Dan membuat perut semakin mules.

Arena "Hunger Games" kami...

Akhirnya, tiba juga giliran saya medical check-up dan alhamdulillah saya sehat wal afiat. Temen-temen yang kurang sehat dikasih penanda berupa pita kuning. Sehabis cek kesehatan itu, kita dikasih waktu buat istirahat di tenda. Dan sore harinya, kami ada upacara pembukaan DTU+penyematan tanda siswa.

DTU Angkatan VI-pun officially DIMULAI!


Day #1

Kegiatan di hari pertama, pasca upacara pembukaan adalah sholat Shubuh, makan komando (makan yang diitungin menitnya), baris-baris, dan dilanjut long march (jalan kaki sampe gempor). Kami jalan menyusurin Buperta. Entah berapa kilo. Tapi nggak terlalu melelahkan juga sebenernyaKami sempet ngelewatin lokasi syutingnya Tujuh Manusia Harimau di sana.

Habis long march, kami berhenti di satu lapangan. Dan di sana kami di kasih extra fooding (snack) malam. Di DTU ini kita emang disediakan makan sehari 3 kali, plus extra fooding (snack) 3 kali juga. Dan snack malamnya ituu… mmhh... isinya makanan-makanan yang paling saya ngga suka! Ada ketela rebus segede gaban, kentang rebus utuh, singkong rebus (yang sekeras batu akik), sama kacang rebus. Gituu aja terus tiap malem.

Selesai makan snack, akhirnya waktu bobok pun tiba. Alhamdulillah malam itu kami diperbolehkan tidur di hotel berbintang. Bukan cuma bintang 5, tapi hotel bintang 5000! Yup, kita tidur di lapangan tempat kita rehat tadi! Beralas tanah, beratap langit berbintang, berselimut angin malam. Ah, pengalaman baru. Tapi, sudah bisa ditebak, saya akhirnya nggak bisa tidur! Badan ini udah capek banget sebenernya, tapi nyamuknya itu lho, banyak banget. Belum lagi, kami mesti giliran jaga serambi (ganti-gantian jaga temen yang lagi tidur). Sampai akhirnya, sekitar pukul 2, kami semua di’evakuasi’ ke bawah terop/tenda karena udara udah semakin dingin. Kabut juga. Dan di bawah tenda itulah akhirnya saya baru bisa tidur. Meski cuman sebentar.


Day #2

Setelah malam panjang dan tidur yang (terlalu) singkat itu, kegiatan kami di hari kedua dimulai dengan senam pagi pukul 04.00. Senamnya ala-ala militer yang nggak pakai musik gitu. Cuman pake hitungan. Dan tentunya bikin ngos-ngosan. Selesai senam, kami sholat Shubuh, dilanjut sarapan.

Habis sarapan, kita baris-baris lagi, sambil apel pagi. Dan kegiatan selanjutnya adalah… "menu utama" DTU!

Pertama, kami disuruh lari dari lapangan tempat apel ke lapangan lain nggak jauh dari situ. Sampai disana, kami disuruh lompat gagak (jumping jack), terus push up, sit up, entah berapa kali, pokoknya sampe ngap-ngapan & mandi keringet. Kemudian, kami disuruh ngerayap sampai ujung lapangan, Terus balik lagi ngerayap, tapi pake punggung. Kata-kata “Jangan elek-elekan kamu siswa!” akhirnya bergema kembali dari para pelatih.

Sehabis merayap, kami disuruh guling-guling sampe ngelewatin pelatih, yang mana beliau ada di tengah lapangan. Untung saya ada di barisan depan, jadi gampang nyampenya karena nggak tabrakan sama temen. Eh ternyata pas sampai di ujung, kami disuruh guling balik lagi, soalnya ada temen yang belum nyampe pada hitungan yang telah ditentukan. Akhirnya kami guling lagi. Terus lagi, lagi, dan lagi. Sampai kami semua berhasil lewat dalam waktu yang bersamaan. Hal ini untuk mendidik jiwa korsa, kata pelatih. Tak jarang kami harus ngelewatin ranjau darat alias muntahan temen (yang nggak kuat nahan pusing). Para penyembah pohon pun bergelimpangan (anak-anak yang muntah di bawah pohon). Saya sendiri untungnya nggak sampe muntah, cuman perut rasanya kayak diaduk pake mesin cuci.

Setelah kegiatan fisik itu, kami dikasih istirahat, minum, dan ekstra fooding pagi. Kami disuruh banyak-banyak minum biar nggak dehidrasi. Kaos protector saya waktu itu udah nggak karuan kotornya. Dan pelindung sikunya pun serasa nggak berguna, soalnya siku dan lutut saya tetep baret-baret. Sehabis istirahat, kami memasuki kegiatan berikutnya yaitu long march. Lagi!

Sebelumnya, saya udah diceritain sama kakak-kakak pendahulu, kalau di tiga hari pertama DTU, kita bakal digembleng masalah fisik. Dan salah satu kegiatannya adalah kita harus berenang di sungai coklat susu, yang merupakan muara septictank! Ewh. Eh ternyata beneran lho! Di tengah long march hari kedua itu, kami berhenti di satu sungai kecil. Lebih mirip selokan sebenernya. Warna airnya coklat banget. Banyak sampah. Dan ngga jauh dari situ memang ada toilet!

Kami satu-satu disuruh nyemplung itu sungai dan harus basah sampe ke leher. Kami disuruh ngerayap di sana. Dan pas sampai di sebuah gorong-gorong, kami disuruh ngerayap punggung! Ya ampun. Udah nggak ngerti lagi, saya megang apa aja di bawah sungai itu. Pas naik ke pinggiran, segala kaos, celana, & sepatu saya jadi tambah berat berkali lipat karena mengandung air, tanah, dan mineral lainnya. Sampai di kantong celana saya ada serpihan bekicot juga.

Tetep eksis, pasca gorong-gorong

Jangan elek-elekan syiswa

Lanjut, kami masih long march lagi. Dan akhirnya, sampailah kami di salah satu danau (kayaknya buatan) yang lumayan gede. And guess what? Kami disuruh nyemplung lagi. Tapi saya malah seneng sih. Paling nggak, bisa dikit-dikit ngebilas tanah-tanah yang nempel di baju. Lumayan seru juga waktu di danau itu. Kami berendem bareng, sampai para pelatih nyuruh kita buat ngilang dari pandangan, alias menyelam. Seger banget rasanya. Jadi lebih bersih (sedikit). Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Karena pas disuruh naik dari danau, kami disuruh merangkak! Dan begitulah, pakaian kami pun jadi kotor lagi. Lebih kotor dari sebelumnya. Karena di pinggiran danau itu banyak daun berserakan, sampah, bahkan pecahan kaca. And for the first time in forever, saya merasa jijik dengan diri saya sendiri...

Sesaat sebelum nyemplung danau...

Udah kayak bebek digiring ke sawah...

Kenistaan itu pun berlanjut sampai makan siang, dan bahkan sholat. Kami nggak boleh mandi. Air yang terkandung dalam kaos dan celana pun mengering terjemur matahari. Yang bisa saya lakukan hanyalah mengelupas sedikit demi sedikit tanah-tanah yang berkerak di pakaian. Sampai akhirnya malam tiba, kami long march lagi, ngelewatin tempat syuting 7 Manusia Harimau lagi, makan snack malam yang bikin eneg lagi, sampai akhirnya tidur di lapangan lagi.


Day #3

Badan udah remek. Kaki rasanya udah mau copot. Tapi aku harus setrong! Hari ketiga ini acara masih sama. Cuman nggak se-ekstrim kayak sehari sebelumnya. Menjelang tengah hari, kami long march (lagi). Dan kami pun menuju ke danau lagi. And guess what? Kami disuruh nyemplung lagi. Cihuy!

Nyemplung lagi...

Seneng banget lho. Paling tidak, kami bisa merasakan sedikit kesegaran pada tubuh yang kotor dan hina itu. Sekalian bebersih kaos sama celana juga. Lumayan lama kami di dalem danau. Sambil nyanyi-nyanyi lagu Mars STAN. Disuruh nyelam lagi. Pokonya seru! Dan alhamdulillah, kami disuruh naik dari danau nggak pake merangkak lagi.


Dan for the first time in forever, sore harinya kita dibolehin mandi. Yeay! Meskipun mandinya nggak sempurna ya. Dengan waktu terbatas, pun dengan fasilitas kamar mandi yang sangat amat terbatas dan memprihatikan. Kamar mandinya sih banyak. Banyak yang rusak maksudnya. Ditambah kita harus bersaing sengit dan sedikit licique antar sesama tribute peserta DTU.

Satu hal yang membuat DTU kami sangat sangat berkesan adalah... DTU kami bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1436 H yang jatuh pada hari Kamis 24 September. Jadi paaaas banget di Hari ke-4 kita DTU. Hari dimana kami telah melewati Minggar (Minggu Penyegaran) di tiga hari pertama. Tiga hari yang memang didesain untuk aktivitas fisik yang berat. So it was like, kami benar-benar meraih sebuah kemenangan!


You Might Also Like

0 comments

Diberdayakan oleh Blogger.