Family Trip to Batu

Februari 25, 2018

Kayaknya udah lama banget sejak terakhir kali saya jalan-jalan bareng seluruh anggota keluarga. Apalagi sekarang saya kerja di luar kota, adik saya juga kuliah di luar kota, jadi baru bisa pulang ke rumah paling pas weekend. Itupun kalau ngga ada lembur. Kadang pengen gitu ya, kalau ada tanggal merah bisa liburan bareng entah kemana, tapi karena satu dan lain hal, seringkali rencananya batal. Akhirnya saya jalan sendiri sama temen-temen, hhe..

Nah, kebetulan hari Jumat tanggal 16 Februari kemarin ada libur Natal dan saya lagi ngga ada lembur. Jadi, saat yang tepat buat kami jalan-jalan bareng. Untuk tujuannya, sempat kepikiran ke Yogya, tapi berhubung liburnya cuman 3 hari sementara perjalanan ke sana menghabiskan waktu setengah hari sendiri, alhasil kami pilih ke tempat yang deket aja, dan pilihannya jatuh ke kota Batu, Malang.

And here where the story begins...



Jumat, 16 Februari 2017~

Mengatur trip bersama keluarga memang agak sedikit tricky ya. Semuanya harus direncanakan dengan matang, dari memilih tujuan, tempat nginep, transportasi, dsb. Karena, ya, beda lah ya kondisi kita yang muda sama orang tua yang berumur. Dan saya juga ngga tega kalau orang tua disuruh naik kendaraan yang ekstrim-ekstrim terus nginep di tempat yang serba minimalis—seperti yang biasanya saya lakukan kalau jalan sendiri.

Jadi yang pertama saya lakukan, adalah memilih lokasi wisata yang ada di Batu, yang sekiranya nyaman buat keluarga, ngga terlalu jauh, dan ngga terlalu menguras tenaga. Dan saya ngga mungkin memaksakan kehendak buat keliling ke sebanyak mungkin tempat yang ada di Batu, karena ya sekali lagi, kasian sama orang tua, hehe..

Saya cuma milih dua tempat yang deket aja, yaitu Jatim Park 2 sama Batu Night Spectacular (BNS). Mainstream banget ya. Tapi toh emang mau having fun sama keluarga, dan kebetulan orang tua saya juga belum pernah ke tempat ini. So, why not?☺️

Darmo Homestay

Untuk nginepnya sendiri, saya pilih yang lokasi sangat-sangat dekat dengan kedua tempat ini, yakni Darmo Homestay, di Jalan Panderman. Saya pesen dua kamar, seharga Rp200.000-an per kamar per malam. Tempatnya enak, homy sekali, ada shower air panas (meskipun pas pagi harinya mati), ada wifi, terus kita dapat kopi sachet, teh, juga Pop Mie Mini (all free), dan ada dapur umum juga yang bebas kita pakai kalau mau masak air atau masak mie mungkin. Dan yang istimewa, setiap pagi kita dikasih satu pitcher susu hangat. Yum!


Our rooms at Darmo Homestay

Awalnya kami rencana berangkat ke Batu dari rumah (Probolinggo) sekitar pukul 08.00, tapi akhirnya (seperti biasa)molor hingga pukul 10.00-an, dan baru sampai di penginapan sekitar Ashar setelah macet panjang di daerah Singosari. Kami naik bus dari Probolinggo, lalu turun di Taman Ken Dedes (sebelum flyover/pertigaan ke terminal, karena kalau di terminal takut ngga boleh naik kendaraan online). Kami lalu lanjut naik Grab menuju Batu. Dan sebenernya sih, daripada turun di Taman Ken Dedes, mendingan kita turun di Giant Karanglo, karena pas di pertigaan mau ke Batu.

Setelah bongkar muatan di kamar, saya ajak keluarga buat makan siang (yang udah telat banget) di salah satu resto ternama di Batu, yakni Warung Wareg. Oiya, untuk transportasi selama di Batu, saya sewa motor dari Darmo Homestay juga, seharga Rp75.000 per hari.

Warung Wareg ini sering muncul sebagai rekomendasi tempat kuliner di daerah Batu. Karena kabarnya selalu ramai pengunjung, saya akhirnya booking tempat duluan untuk empat orang. Saya kontak si warungnya pagi hari itu dan lumayan fast respons. Awalnya saya pesen buat pukul 13.00, kemudian mundur lagi jadi pukul 15.00 gegara macet, dan saya baru sampai di sana pukul 16.00 karena hujan, wkwk.. Udah ngga enak aja sama pegawai di sana, tapi alhamdulillah tempatnya masih di-reserved-in

Warung Wareg

Saya pesen tempat di lantai dua yang punya view cukup bagus. Dan alhamdulillah makanannya juga cepet datang, jadi perut yang sudah menahan lapar sejak d tengah kemacetan tadi akhirnya dapat terisi. Overall, everything was good in that place dan untuk review lengkapnya si Warung Wareg ini bisa dilihat di sini.




Ini bapak liat kemanasik

Selesai makan, kami kembali menuju penginapan sambil ditemani hujan gerimis. Dan ternyata hujannya ngga terang-terang sampai habis Isya. Heft. Padahal pengen memaksimalkan waktu buat jalan-jalan, tapi yah, namanya cuaca kan ngga bisa diprediksi.

Begitu hujan mereda, kami langsung bergegas menuju BNS yang jaraknya hanya 5 menit sahaja dari penginapan. And as I expected, kondisi di sana udah rame banget dan harus ngantri lumayan panjang buat beli tiket. Ada berbagai macam paket tiket masuk BNS. Saya waktu itu beli yang Rp60.000, dapet free 2 permainan dan kupon makan-minum.

Batu Night Speactacular

Saya sendiri ngga pengen main macem-macem. Saya cuman pengen main satu permainan favorit, yaitu “Drop ‘N Twist”! Itu lho permainan yang kita duduk melingkar di sebuah menara, terus kursinya naik sampe tinggi, dan tanpa tedeng aling-aling, kursinya dijatuhin, terus naik lagi, jatuh lagi, dst. I love this ride karena sensasi jatuhnya itu lho, bikin nagih!

Drop 'N Twist
vua (batutimes.com)

Mama saya udah pasti ngga mau naik. Kalau bapak, awalnya mau naik, tapi terus mengurungkan niatnya, dan akhirnya saya cuman berdua sama adik.

Lanjut, saya memilih wahana lain yang bisa dinikmati juga sama orang tua. Yang aman, tapi fun juga. Akhirnya saya pilih “Cinema 4D”, dan ngantrinya ya Allah, puanjaang. Dan banyak juga orang-orang tua yang milih wahana ini, ada kakek-nenek juga, karena sepertinya among all of the rides, ini yang paling aman sih.

Cinema 4D

Kami baru masuk setelah mengantri ±20 menit, dan yang membuat saya agak kurang puas, ternyata film yang diputer sama persis waktu pertama kali saya kesini, hiks. Tapi ngga papa lah, yang penting keluarga saya bisa menikmati.

Lanjut, sambil istirahat, kami nukerin kupon makan & minum di foodcourt. Lumayan lho, satu kupon makan itu harganya Rp13.000. Waktu itu saya punya 4 kupon, jadi bisa beli lumayan banyak, ada cilok, kentang goreng, & roti bakar. Cuman untuk minumannya, cuman bisa dituker sama teh hangat satu cup per kupon. Tapi yah lumayan lah.

BNS Foodcourt

Malam kian larut. Sebelum kembali ke penginapan, kami sempetin mampir dulu di Alun-Alun Batu. Di jalanan mau kesana udah sepi sih, udah tengah malem juga. Tapi pas kami sampai di alun-alun, di sana ramai banget ternyata. Kami sempet lewat di kedai Ketan Legenda yang tersohor itu, tapi ngga mampir. Udah kenyang banget juga. Dan setelah muter-muter tak tentu arah, kami pun kembali ke penginapan.


Alun-Alun Batu

Pos Ketan

Sabtu, 17 Februari 2017~

Pagi hari, kami disambut dengan hangatnya susu yang dibagikan gratis oleh pengelola penginapan. Nice. Dan setelah siap-siap, kami berangkat menuju destinasi terakhir, yaitu Jatim Park 2, yang jaraknya juga cuman 5 menitan dari penginapan.

Ternyata loketnya baru dibuka dan halaman tempat ini sudah dipenuhi dengan lautan manusia. O my gosh. Berhubung kami harus check out pukul 12.00 (sekitar 3 jam-an lagi), jadi saya ngga ambil paket tiket yang banyak. Saya beli yang Rp120.000 untuk masuk Batu Secret Zoo & Museum Satwa. Saya pernah baca kalau pembelian tiket cuman bisa pakai uang tunai, jadi saya lari-lari dulu ke ATM buat ambil duit. Eh tapi ternyata, pas saya sampai di depan loket, pembelian tiketnya udah bisa pakai gesek (kartu debit/kredit) khusus di loket 1 & 2. Heft.

Jatim Park 2 Ticket Counter

Tak lama setelah beli tiket, pintu masuk Batu Secret Zoo-pun dibuka dan para pengunjung berbondong-bondong masuk. Ya ampun, agak riweuh juga ya keliling kebun binatang bersamaan dengan ratusan orang pengunjung. But it was fun.

Batu Secret Zoo Entrance

Batu Secret Zoo punya banyak koleksi satwa, dan beberapa di antaranya ada yang langka, seperti Pemakan Semut Raksasa/Giant Anteater (Myrmecophaga tridactyla). Kabarnya hanya ada 3 kebun binatang yang memilikinya yaitu Indonesia, Singapura, dan Thailand.

The Giant Anteater

Here are some other animals...

Tan-petan

Hanging with out fellas

Some oooolf friends

Cute lil beast

Meet King Julien(s)

Chillin Tiger

Tapi di antara semua sections, yang paling saya favorit akuarium...

Aquarium Section

Piranhas

Full of Stars

Sea Rabit (?)

Nemo & Dori's Tank

Tapi kadang saya agak kasihan juga ya kalau ke kebun binatang ini. Ngga tega liat hewan-hewan yang dikurung di tempat sempit, ada yang sendirian pula. Tapi yah, kalau tujuannya memang untuk edukasi dan selama satwa-satwanya dirawat dengan baik, insyaAllah masih bisa ditoleransi lah ya.

I got new rules I count them~

Anyway, ternyata keliling kebun binatang itu perlu waktu lama juga ya. Ngga kerasa udah pukul 12.00 aja. Akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi jalan-jalan kami di Jatim Park 2 itu dan kembali ke penginapan. Tapi sebelum meninggalkan Batu, kami sempetin makan bakso dulu di depan penginapan, plus es puter. Nah, enaknya di Darmo Homestay ini tiap hari ada penjual-penjual yang mangkal. Ada bakso, sate, nasi kuning, es puter, dll.

Oskab Ngalam sebelum pulang

So that was our little trip to Batu. So much fun, meskipun cuman sebentar dan ngga pergi ke banyak tempat, tapi yang penting kan quality time bareng keluarga. Dan sepertinya harus dipersering lagi jalan-jalan bareng kayak gini ya... ☺️



NaraHubung:
Darmo Homestay
Jln. Panderman No. 250, Oro-Oro Ombo, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65316
Telp./WA: 081333495051

Warung Wareg
Jln. Raya Ir. Soekarno No. 7, Mojorejo, Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur 65322
Telp./WA: 082234037777

Batu Night Spectacular (BNS)
Jln. Hayam Wuruk No. 1, Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Jawa Timur 65316
Telp.: (0341) 5025111

Jatim Park 2
Jln. Oro-Oro Ombo No. 9, Temas, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65315
Telp.: (0341) 5025777
Situs: jtp.id



Thanks-List:
YOU, for reading this! :)

You Might Also Like

0 comments

Diberdayakan oleh Blogger.