Malang Coast-to-Coast [Part 2]: Teluk Asmara, Goa Cina, Watu Leter, & Ungapan

Januari 26, 2019

Keluar dari area Sendang Biru, kita akan memasuki sebuah jalan raya yang dikenal dengan nama Jalur Lingkar Selatan (JLS). Jalan ini enak banget! Aspalnya (masih) mulus, lebar, dan waktu itu lumayan sepi, jadi bisa agak ngebut dikit lah. Di sepanjang jalan, kita juga akan dimanjakan dengan pemandangan alam Malang selatan yang indah dengan hamparan perbukitan kapur, vegetasi, dan sesekali laut di kejauhan. Sekilas kayak di Sumba gitu lho.


Sekira 10 menit berkendara ke arah Pantai Goa Cina, saya melihat sebuah tulisan di kiri jalan yang berbunyi "Pantai Teluk Asmara". Tulisannya gede banget sehingga membuat saya berpikir bahwa tempat ini adalah destinasi wisata yang "besar". Padahal jujur, saya belum pernah denger namanya sama sekali. Jadi akhirnya saya memutuskan untuk mampir ke tempat ini.

Teluk Asmara Beach

Di gerbang masuk, saya diharuskan membayar tiket seharga Rp10.000. Dan dari sini, kita masih perlu berkendara lagi kurang lebih 1 km, sebelum akhirnya sampai di tempat parkir. Namun, yang membuat saya terngangah adalah, waktu di parkiran, saya disuruh bayar parkir sebesar... Rp15.000! What the...?! Baru kali ini saya tau ada biaya parkir yang melebihi tiket masuknya! Tapi dari Rp15.000 itu, kita dikasih sebotol air mineral 600ml. Jadi kayak paketan gitu. Semacam pemaksaan beli air minum ya (padahal udah bawa minum sendiri). Dan itu ngga bisa yha gaes kalo kita cuman mau bayar parkirnya, tanpa ambil airnya.

Dari parkiran, untuk ke pantainya kita masih harus jalan kaki lagi naik turun sebuah bukit. Huft. Tapi dari atas bukit ini pemandangannya juga kece lho. Dan ngga berat-berat juga kok treknya.

Dan akhirnya sampailah saya di Pantai Teluk Asmara. Padahal namanya "äsmara" yha, tapi datengnya sendiri aja, heu..

Teluk Asmara Beach

Waktu itu sepi banget. Hanya ada beberapa anak muda yang lagi camping. Dan sebagai pantai selatan Jawa, ombaknya lumayan kenceng. Jadi tidak disarankan untuk berenang.

Awalnya saya kira pantainya ya cuma satu ini aja. Tapi ternyata kalau kita bergerak ke arah timur, kita akan menemukan pantai lain. Pemandangannya lebih kece pantai yang ini sih. Dan di sini kondisinya lebih "aman" kalau mau dipakai berenang. Waktu itu malah ada anak-anak kecil dan keluarganya yang lagi main air. Ombak di sini ngga terlalu besar karena lokasi pantainya kayak "dilindungi" sama karang-karang di tengah laut.

Teluk Asmara Beach east-side

It is a beautiful beach. Apalagi kalo pas sepi, bisa jadi tempat yang baik untuk ber-muhasabah. Dan kalau beruntug, kita bisa ketemu sama penyu lho! Cuma mereka biasanya ke area pantai yang susah dijamah. Memang di sana ada beberapa bagian pantai yang hanya bisa dikunjungi kalau airnya surut atau kita harus naik-turun karang.

Teluk Asmara Beach east-side

Teluk Asmara Beach east-side


Puas menikmati Teluk Asmara, saya melanjutkan perjalanan, dan kali ini akhirnya bener-bener ke tujuan awal yaitu Pantai Goa Cina! Jaraknya sekitar 15 menit berkendara.

Untuk tiket masuknya, dibanderol seharga Rp15.000. Lebih mahal dari Teluk Asmara ya, mungkin karena lebih terkenal. Sementara untuk parkirnya, ternyata masih sama! Rp15.000 plus air mineral. Jadi saya udah bawa tiga botol air tuh. Heft.

So, here we are... Pantai Goa Cina.

Goa Cina Beach

Dari yang saya baca, ternyata dulu pantai ini bukan bernama Goa Cina, melainkan pantai Rowo Indah. Namun, pada suatu masa, ada seorang pertapa Chinese yang ditemukan meninggal di sebuah goa di dekat pantai dan tak meninggalkan apapun kecuali tulang-belulang dan tulisan Cina di dinding goa. Yha itu sih menurut cerita yang beredar. Dan memang di pantai ini ada goa-nya gaes. Jadi di tengah pantai itu ada sebuah bukit karang, yang di bagian sisinya ada sebuah goa (yang katanya ya itu tempatnya). Sementara di atas bukitnya, sekarang udah dibangun beberapa bungalow yang bisa disewa pengunjung. Tapi sayangnya untuk masuk kedua tempat ini, kita masih harus bayar lagi. Rp5.000 untuk ke goa, dan Rp10.000 untuk ke puncak bukit.

Goa Cina Beach view from top of the hill

Goa Cina Cave entrance

Goa Cina Cave

Anyway, view di Pantai Goa Cina ini memang cantik sih, meskipun lagi-lagi ombaknya gede banget jadi ngga disarankan untuk berenang. Dan di sini fasilitasnya udah lengkap banget, dari tempat makan, sewa tenda, kamar mandi, dan musholla. Cocok untuk dijadikan destinasi liburan bersama keluarga Anda.

Watch your children!

Fun at Goa Cina Beach

Nah, satu hal yang menarik kalau kita ke Goa Cina, kita bisa sekalian mampir ke pantai lain yang bernama Pantai Watu Leter. Letaknya bersebelahan dengan Goa Cina. Hanya dipisahkan oleh bukit karang besar. Tapi kita bisa berjalan kaki muterin bukitnya paling cuma sekitar 10 menit. Atau kalau lewat jalan raya bisa juga sih, tapi ya ngapain juga jauh-jauh. Dan untuk memasuki pantai ini tidak dipungut biaya lho! Tapi ada sih kayak counter tiketnya, tapi waktu saya lewat situ ngga ada yang jaga, Hmm..

Watu Leter Beach

Kirain pantainya bakal "b" aja. Tapi ternyata cantik banget! Dan air di sini warnanya lebih tosca dari Goa Cina.

Awalnya agak takut juga ya soalnya sepi banget. Saya ngga ketemu orang sama sekali. Baru pas udah jalan ke tengah pantainya ada beberapa anak-anak muda yang lagi camping. Ada juga sepasang sejoli yang lagi jalan bergandengan menelusuri garis pantai (dan kayaknya lagi nyari tempat berduaan). Tapi yha niscaya kalo wik wik di sini juga ngga bakal ketahuan, saking sepinya.

Watu Leter Beach

Pantai ini dinamakan Watu Leter karena ada tebing karang di tengah laut yang permukaanya mendatar. Tapi saya ngga ngerti yang mana tebing itu. Tapi yang jelas tempat ini bagus banget! Jadi bingung, kayaknya semua pantai yang saya kunjungi dari tadi bagus semua. Haha.

Watu Leter (?)

Puas menjelajah dua pantai ini, saya pun beranjak ke tempat lain--yang sebenernya saya juga ngga tau mau kemana, haha. Pokonya jalan aja sampai ketemu sama pantai apa yang sekiranya menarik untuk dikunjungi. Dan akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada Pantai Ungapan. Well, sebenernya ini pantai pertama yang saya lihat setelah Goa Cina. Oiya btw, saya berkendaranya ke arah barat ya gaes (dari Sendang Biru). Soalnya saya rencana pulangnya kan lewat Gondanglegi, ngga lewat Turen lagi. Jadi saya cari pantainya yang searah pulang aja gitu. 

Ungapan Beach

Nah, untuk masuk Pantai Ungapan, kita perlu bayar tiket Rp10.000 dan parkir Rp10.000. Tapi ngga dapet air minum. Wew. Mahal juga ya. Dan waktu itu, lagi-lagi, pantainya syepi.

Dari pantai-pantai lain yang sudah saya sambangi hari itu, Pantai Ungapan ini yang paling meh sih. Biasa aja menurut saya. Nama Pantai Ungapan sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti muara sungai atau pertemuan sungai dan laut. Sungainya itu yang dilewati sama Jembatan Bajulmati yang terkenal itu lho gaes.

Ungapan Beach

Selain menikmati pemandangan, di pantai ini juga kita bisadigunakan untuk camping maupun kegiatan outbound. Waktu saya ke sana memang ada juga sekelompok pengunjung yang pake seragam gitu. Selain itu, kita bisa juga main bebek-bebekan, jetski, dan ATV.

Ungapan Beach

Nah, perjalanan saya hari itu berakhir di Pantai Ungapan, sebab langit sudah semakin gelap tanda-tanda mau hujan. Sebenernya masih banyak lagi pantai yang bisa kita kunjungi dan jaraknya juga deket-deketan. Maybe next time ya. Dan kalo ke sini lagi, saya pribadi akan lebih memilih jalur Gondanglegi sih. Karena lebih inhabited alias lebih banyak rumah-rumah penduduk ketimbang jalur Turen. Jadi agak lebih tidak menakutkan kalo motoran sendirian.

Above all, yang paling saya suka dari semua pantai yang saya kunjungi hari itu adalah... semua pantainya bersih! Saya hampir tidak menemukan sampah yang berarti dan mengganggu pandangan. Itu adalah satu hal yang sangat saya apresiasi. Dan saya berharap keadaan ini bisa terus kita jaga dan pertahankan ya kawan.

Jadi, mau ke pantai mana hari ini?

You Might Also Like

0 comments

Diberdayakan oleh Blogger.