[RECAP] The Amazing Race Asia Season 5: Leg 1 (Jakarta - West Java)
The Amazing Race Oktober 27, 2016
Akhirnya, setelah mandeg
selama hampir 6 tahun, kompetisi traveling
favorit kita semua, The Amazing Race
Asia kembali lagi! Kini, di season kelima-nya, pihak penyelenggara
mengklaim bahwa season ini akan jauh lebih memacu adrenalin dari season-season
pendahulunya. Hadiah utamanya masih sama, yakni USD$ 100,000 (sekitar 1 Miliar Rupiah lebih). Allan Wu kembali didapuk menjadi host, dan kali ini, dia akan ditemani dengan co-host Tara Basro
(aktris film Indonesia). Episode pertama ditayangkan premier pada tanggal 13
Oktober 2016 lalu di channel AXN
(akan ditayangkan kembali di channel GlobalTV nanti). And here’s the recap for the 1st leg!
Sejak lama, bus sudah jadi moda transportasi umum yang
sering kita pakai buat bepergian. Saya sendiri sekarang rutin naik bus tiap
weekend buat pulang. Tapi kadang masih banyak juga temen-temen, khususnya cewe,
yang masih takut naik bus sendirian. Sebagian besar karena takutjadi korban
kejahatan-kejahatan yang mungkin terjadi, seperti copet, hipnotis, dsb. Ya, ada
benernya juga. Saya kalau lagi naik bus sendirian juga ngga berani tidur, kecuali
naik bus Patas. Dan alhamdulillah, sampai sekarang belum pernah (dan jangan
sampai) ngalamin kejahatan di bus. Belakangan, saya ketemu modus tipu-tipu baru
(atau mungkin saya yang baru tau) di atas bus. Dan kali ini, saya hampiir saja
jadi korban, karena settingannya
bener-bener meyakinkan.
(via tjuputography.com)
Visit Rinjani [Ep. 06, End]: A Very Very Long Walk, Plawangan Senaru - Rumah
gunung Agustus 29, 2016
Kamis, 18 Agustus. Dini hari di Segara Anak, suhu udara
bener-bener duingin banget. Kayaknya paling dingin selama saya ada di Rinjani.
Beberapa kali kebangun gara-gara ngga bisa tidur. Ngadep kanan, ngadep kiri,
sampe kepala dimasukin ke sleeping bag,
tetep aja dingin. Waktu itu kebetulan saya tidur paling pinggir dan rasanya
kayak ada angin yang nembus tenda, sampe ke dalem sleeping bag. Saya cuman berharap semoga pagi hari cepat datang.
Rabu, 17 Agustus, sekitar pukul 00.30 dini hari. Berbeda
dari Pos 3 sebelumnya, di Plawangan itu suhunya duingin banget. Saya sampe
susah mau tidur. Kami dibangunin sama abang-abang porter yang udah asik masak-masak
di luar tenda. Gile dah ini abang, dingin-dingin kayak gitu cuman pake kaos
sama jaket tipis doang. Saya aja udah pake baju rangkep-rangkep masih menggigil.
Kami lalu menyantap ‘sarapan’ nasi + mie goreng buatan abang porter. Setelah
perut terisi, kami lantas siap-siap buat berangkat. Hari itu, bertepatan dengan
Hari Kemerdekaan Indonesia, kami bertekad untuk berjuang mencapai titik
tertinggi Pulau Lombok, Puncak Gunung Rinjani. 3.726 mdpl!
Selasa, 16 Agustus, pagi hari. Saya terbangun dari tidur yang
lelap karena kebelet pipis. Begitu keluar tenda, udara pegunungan yang sejuk
langsung menyambut saya. Sejuk, tapi nggak terlalu dingin. Setelah
keliling-keliling sebentar, alhamdulillah, saya ketemu rerumputan yang cukup
tinggi dan aman untuk melepaskan ‘hasrat yang terpendam’. Tampak
pendaki-pendaki lain sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang
masak, rapih-rapih tenda, ada juga yang mulai berangkat jalan. Sekitar jam
08.00-09.00 saya sama anak-anak juga udah siap buat ngelanjutin perjalanan. Sarapan
udah, beberes tenda udah, semua printilan juga udah di-packing. Dan target kita hari itu adalah sampai ke Plawangan Sembalun!
Senin, 15 Agustus, pukul 02.00 dini hari. Kami masih asyik
ngobrol di basecamp, sambil minum teh
panas yang dibuatin mamak yang punya rumah. Rencananya kami berangkat pagi-pagi
(padahal udah pagi) ke Desa Sembalun,
salah satu “pintu masuk” pendakian Gunung Rinjani. Tapi itu cuman rencana ya...
((rencana)). Karena realisasinya, seperti yang udah bisa ditebak, akhirnya
molor juga. Pftt. Kami baru bangun sekitar jam 07.00, terus mandi, sarapan, rapihin
packingan, dan tetek bengek lainnya. Sampai
akhirnya kami baru bener-bener berangkat sekitar jam 09.00. Hhe
Diberdayakan oleh Blogger.


